Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Pantun Wahid : Tulang Kering Orang Mandah Sudah Terasah Orang Mandah tidak takut dipangkah_  Tulang kering mereka sudah terasah_  Inilah generasi emas paling cerah_   Sagu tok nenek diolah beragam juadah_ 

×

Pantun Wahid : Tulang Kering Orang Mandah Sudah Terasah Orang Mandah tidak takut dipangkah_  Tulang kering mereka sudah terasah_  Inilah generasi emas paling cerah_   Sagu tok nenek diolah beragam juadah_ 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PEKANBARU,- Inilah H Abdul Wahid M Si ketika memberikan sambutan pada acara Halal bi Halal Warga Mandah Pekanbaru dan tepuk tepung tawar bagi warga asal Mandah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang berhasil duduk di eksekutif dan legislatif untuk Provinsi Riau, Kota Pekanbaru dan daerah sekitarnya, di Gedung LAM Riau, Pekanbaru (26/4).

Menurut Gubernur Riau ini, orang-orang Mandah ligat, walaupun lahir dari daerah yang susah tetapi banyak melahirkan orang hebat, mulai dari birokrat, akademisi, seni budaya sampai bidang lainnya.

Example 300x600

“Baru Mandah yang mencatat sejarah, dari kesekian gubernur Riau dua orang berasal dari Mandah. Malah menteri pun ada dari Mandah. Lukmah Edy,” tambahnya.

Gubernur Riau itu menyatakan hal ini pada acara Halal bi Halal Warga Mandah Pekanbaru dan tepuk tepung tawar bagi warga asal Mandah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang berhasil duduk di eksekutif dan legislatif untuk Provinsi Riau, Kota Pekanbaru dan daerah sekitarnya, di Gedung LAM Riau, Pekanbaru (26/4).

Dua orang gubernur Riau yang dimaksud Wahid itu dirinya sendiri dan HM Rusli Zainal MM, yang menjadi gubernur Riau beberapa periode lalu sebelum jabatan tersebut diembannya periode sekarang ini.

Dua orang di eksekutif yang ditepungtawari Ketua MKA LAM Riau Datuk Sri Mardjohan Yusuf, Ketua DPH LAM Riau Datuk Sri Taufik Ikram, dan Datuk Sri HM Rusli Zainal sebagai pembina IKWM (Ikatan Warga Mandah) serta beberapa tokoh masyarakat Mandah lainnya di Pekanbaru itu adalah H Abdul Wahid M Si sebagai gubernur Riau, dan Yuliantini M Si sebagai wakil bupati Inhil.

Sedangkan empat orang di legislatif yang ditepungtawari Hj Septina Primawati MM, HM Sumardany Zirnata ST MT dan Aisyah S Kom, masing-masing duduk sebagai anggota DPRD Riau 2024-2029, kemudian Raja Ferza Fakhlevi SH MH, orang asal Mandah yang duduk di DPRD Kampar.

Dalam sambutannya, Wahid menyebutkan, dia lahir di Anak Peria, sebuah kampung di Desa Belaras Kecamatan Mandah, kemudian dibawa orang tua pindah ke Simbar, sebuah desa pesisir pantai di Kecamatan Kateman, tidak jauh dari Belaras dan sejajar dengan Desa Bekawan di Kecamatan Mandah, yang sama-sama berada di pesisir muara Indragiri.

“Kampung kami menghadap ke Daik di seberangnya, tempat asal-usul leluhur ibu saya,” tambahnya. “Kadang-kadang juga kami menyeberang ke sana.”

Anggota-anggota dewan yang terpilih ini, Septina orang Golkar yang berasal dari Pasirpangarayan bersuamikan orang asal Mandah, dalam beberapa periode terpilih sebagai anggota DPRD Riau dari Dapil Inhil. Aisyah lahir di Simbar, berpartai PKB juga datang dari Dapil Inhil. Sumardany dari Partai Demokrat terpilih dari Dapil Pekanbaru. Sedangkan Raja Ferza lahir Jambo Mandah, juga dari PKB, terpilih untuk duduk di DPRD Kampar.

Sumardany lahir di Pekanbaru, orang tuanya sama dengan Yuliantini, berasal dari Desa Igal Kecamatan Mandah.

“Sumardany ini anak Zahirman Thalib. Jantan nama panggilan Zahirman. Kalau saya Atan. Atan Rusli. Kami serumah waktu pertama saya di Pekanbaru. Rumah kami dulu sangat menderita,” kata Rusli Zainal ketika memperkenalkan dan menyampaikan beberapa hal tentang Mandah dan tabiat orang Mandah.

Dalam acara halal bi halal dan tepuk tepung tawar ini diselenggarakan juga acara menangkup sagu rendang, sebuah tradisi di Mandah, memakan sagu bersama lauk gulai ikan, udang bakar atau kerang rebus cecah sambal air asam.

“Orang-orang di kampung kami kalau lagi _ngumpul-ngumpul_ makan bersama ya, menangkup sagu. Juga untuk menjamu keluarga,” kata Wahid soal tradisi menangkup sagu rendang.

Sagu juga makanan pokok bagi orang Mandah dulu, terutama bila masa krisis payah dapatkan beras. Sagu rendang pengganti nasi, dipakai terutama bila pergi melaut menangkap ikan, menjala, menjaring dan lainnya, atau juga pergi masuk hutan untuk menebang kayu atau membuat kebun.***

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *