PEKANBARU – Gerakan membumikan Al Qur’an di kalangan generasi muda di Provinsi Riau
terus digaungkan Kurnia Wakaf Al Qur’an dengan kembali menyasar sejumlah SMA Negeri di
Pekanbaru. Melalui penyaluran dan pembagian mushaf Qur’an berkualitas, para pelajar yang
mengikuti kegiatan tahfidz diharapkan makin termotivasi dan giat meningkatkan hafalannya.
Dalam dua hari terakhir, komunitas yang diinisiasi A. Z. Fachri Yasin ini menyambangi tiga SMA
Negeri di Kota Bertuah guna menyerahkan mushaf dari para pewakaf yang diperuntukkan bagi
para siswa yang menjadi hafidz/hafidzah dengan hafalan minimal 2 juz. Ketiga sekolah itu
adalah SMAN 18 (5 buah), SMAN 5 (5 buah) dan SMAN 19 (9 buah).
Penyerahan wakaf mushaf dengan metoda tajwid dan terjemahan berwarna produksi King
Salman itu untuk hafidz/hafidzah di ketiga SMA Negeri itu, sebagaimana yang sudah-sudah,
dilakukan langsung oleh A.Z. Fachri Yasin selaku pimpinan Kurnia Wakaf Al Qur’an dan tim. Di
SMAN 18 Pekanbaru dilaksanakan, Rabu (19/03/2025), sementara untuk SMAN 5 dan SMAN 19
berlangsung Kamis (20/03/2025).
Acara penyerahan dan pembagian mushaf dari para wakif itu dihimpun Kurnia Wakaf Al Qur’an
untuk hafidz/hafidzah di SMAN 18 dan SMAN 5 berlangsung singkat, karena jumlah tidak
banyak. Namun, A.Z. Fachri Yasin tetap berkenan membagikan langsung dan memberi motivasi
kepada segenap siswa untuk terus mencintai Al Qur’an dengan rajin membaca dan memahami
kandungannya.
Akan halnya penyerahan dan pembagian wakaf mushaf di SMAN 19 yang berlokasi di Jalan
Garuda Kelurahan Tabek Gadang, Kecamatan Binawidya, kendati digelar secara sederhana di
pelataran kelas, karena sekolahnya masih baru dan belum memiliki fasilitas yang memadai, toh
berlangsung cukup semarak.
Baik para siswa dan majelis guru antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan yang
dirangkaikan dengan acara penyerahan santunan kepada siswa dari kalangan anak yatim dan
kurang mampu serta siraman rohani (tausiyah) yang disampaikan oleh Ustadz Hendri Tambusai
SPd.I. Kegiatan ini mengusung tema, ”Indahnya Berbagi, Bahagianya Memberi dengan Penuh
Perhatian dan Kasih Sayang.”
Kepala Sekolah SMAN 18 Agusmir MPd dalam sambutannya mengatakan penyerahan santunan
yang berasal dari donasi, infak dan sedekah dari majelis guru dan siswa/i, merupakan wujud
kepedulian dari keluarga besar SMAN 19 kepada mereka yang membutuhkan. Santunan itu
masing-masing diberikan kepada 27 siswa anak yatim, 3 siswa yatim piatu dan 19 siswa dari
keluarga tak mampu.
Sedangkan ceramah agama, lanjut dia, dimaksudkan untuk memberikan motivasi dan
pencerahan kepada para anak didik dan majelis guru di hari terakhir sekolah, yang selanjutnya
akan memasuki libur akhir Ramadhan dan menyambut Idul Fitri 1446 H.
Adapun para siswa hafidz/hafidzah yang menerima wakaf mushaf dari Kurnia Wakaf Al Qur’an
sebanyak 9 orang. Mereka memiliki hafalan minimal 2 juz dan beberapa di antaranya punya
hafalan 5 juz.
“Kegiatan ini merupakan bukti nyata dari upaya pihak sekolah dalam mendidik siswa-siswinya
untuk senantiasa peduli dan berbagi dengan sesama, terutama kepada mereka yang
membutuhkan,” kata Agusmir.
Sang kepsek juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kurnia Wakaf Al Qur’an dan
seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi
bagi banyak orang untuk terus menumbuhkan rasa kepedulian sosial.
“Dengan kegiatan, pihak sekolah berharap dapat menanamkan nilai-nilai kasih sayang dan
kepedulian dalam diri setiap siswa, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat
sekitar,” pungkas Agusmir.
Terkesan, Patut Dicontoh
Sementara itu, A.Z. Fachri Yasin mengaku terkesan dan memuji kepedulian yang ditunjukkan
keluarga besar SMAN 19 dengan kesediaan berbagi dan menyantuni siswa/i dari kalangan yatim
piatu dan kurang mampu.
“Inisiatif bersama guru dan siswa memberikan santunan kepada mereka yang membutuhkan ini
adalah sesuatu yang positif dan amal kabaikan yang patut dicontoh oleh sekolah lainnya,” kata
akademisi senior yang juga mantan Dekan Fakultas Pertanian Unri dan UIR ini dalam saat
menyampaikan sambutannya.
Fachri menyebut kepedulian kepada sesama yang sangat tinggi dari keluarga besar SMAN 19
dengan memanfaatkan potensi dari kalangan guru dan siswa perlu terus digalakkan. Diharapkan
hal ini bisa dijadikan teladan bagi sekolah lainnya, baik tingkat dasar maupun menengah, untuk
melaksanakan hal serupa dengan pola yang berbeda.
“Upaya ini dapat dilakukan secara intens dan massif melalui gerakan kepedulian bersama
kepala daerah se-kota Pekanbaru atau Provinsi Riau,” katanya.
Terkait penyerahan mushaf Qur’an, Fachri menegaskan itu bukan berasal dari Kurnia Wakaf Al-
Qur’an, tapi dari para pewakaf yang namanya masing-masing tertera di kulit luar mushaf.
Tujuannya untuk menambah semangat dan motivasi bagi kalangan pelajar untuk meningkatkan
hafalannya hingga menjadi ahlul Qur’an yang menjadi kebanggaan bersama.
“Kurnia Wakaf sendiri bukanlah yayasan atau lembaga yang berbadan hukum, melainkan
semacam komunitas dan lebih sebagai aktivitas individu untuk kegiatan amal khususnya
penghimpunan dan penyaluran mushaf yang dihimpun dari para pewakaf.
“Alhamdulillah, sejak dua tahun terakhir, kami sudah menghimpun dan menyalurkan lebih
kurang 3.000 buah mushaf. Harapan kami kepada para santri hafidz, mushaf ini dimanfaatkan
dengan baik dan selalu mendoakan kebaikan untuk para pewakaf dan kami selaku penyalur
wakaf,” ujar Fachri Yasin.
Kegiatan pembagian wakaf mushaf di SMAN 19 berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan
ceria, namun tertib. Di pengujung acara dilakukan acara penyerahan piagam penghargaan dari
pihak sekolah oleh Kepsek Agusmir kepada A.Z Fachri Yasin sebagai wujud apresiasi dan terima
kasih kepada Kurnia Wakaf Al Quran. Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama.
Sebagai informasi tambahan, SMAN 19 Pekanbaru merupakan sekolah baru yang berdiri dan
dibangun Pemprov Riau. Sekolah yang mulai operasional tahun 2023 ini sejauh ini baru memiliki
10 lokal dengan jumlah siswa lebih kurang 300-an, terdiri dari kelas X dan XI. Sarana dan
fasilitas pendukung sekolah ini masih minim.
“Kondisi di sekolah kami saat ini baru memiliki 10 lokal, ruang kepsek dan TU. Belum ada ruang
majelis guru, labor dan pustaka. Begitu juga mushala dan fasilitas lain seperti aula dan aktivitas
olahraga. Harapannya tentu secepatnya tersedia, karena sarana dan fasiltas tersebut sangat
dibutuhkan untuk kelancaran proses belajar mengajar dan upaya peningkatan mutu
pendidikan,” tutur Agusmir secara terpisah.
Untuk pengadaan sarana dan fasilitas pokok bagi sekolah itu, Kepsek sangat berharap perhatian
dan kebijakan dari Pemprov Riau. Terlebih sudah mendekati tahun ajaran baru dan peminat
sekolah itu dari masyarakat sekitar lumayan banyak.
“PPDB tahun lalu kita terpaksa membatasi penerimaan karena kondisi sekolah yang terbatas.
Dari 400-an pendaftar, kita hanya bisa menerima sekitar separuhnya. Kita berharap untuk ke
depan ada tambahan 8 ruang kelas baru agar bisa lebih maksimal menampung peserta didik
baru, terutama dari kalangan masyarakat sekitar,” ungkap Agusmir.
Meski dengan kondisi sarana dan fasilitas terbatas, sejauh ini proses belajar mengajar tetap
dilakukan dengan semangat dan diusahakan berlangsung lancar dengan memanfaatkan
ruangan kelas yang ada. Termasuk untuk tempat ibadah dan kegiatan keagamaan.
“Khusus untuk mushala, juga sangat urgen dibangun. Selain tempat ibadah, kami juga punya
rencana untuk menggiatkan program tahfidz untuk mencetak siswa/i ahlul Quran. Kami harap
selain dari pemerintah, hendaknya ada juga pratisipasi dan bantuan dari masyarakat dan pihak
swasta/perusahaan,” ujar Agusmir.*


















